SEJARAH CHINO PANTS (part-2)
Istilah chinos mulai populer pada akhir-akhir ini, setelah perang
Spanyol-Amerka terjadi, saat itu Amerika Serikat menduduki Filipina. Karena
kebanyakan dari penduduk Filipina saat itu menggunakan Bahasa Spanyol, oleh
karena itu banyak istilah dalam bahasa Spanyol yang telah diserap ke dalam
Bahasa inggris, termasuk juga istilah chino ini. Celana militer tentara Amerika
tidak terlalu jauh berbeda dengan tentara militer Inggris, dengan desain yang
dimiliki yaitu lurus serta sangat sederhana tanpa memiliki lipatan, dengan tambahan
ritsleting serta sebuah kancing pada bagian depannya.
Pada awal abad ke-20 an, kebanyakan masyarakat Amerika mulai menggunakan
celana chino ini, khususnya untuk mereka gunakan dalam menghadiri acara-acara yang
bersifat semi-informal. Anak muda pada umunya sering menggunakannya saat pergi ke sekolah atau waktu kuliah. Sekitar tahun
50-an telah menjadi puncak dari popularitas celana chino, setelah perang dunia ke-dua
saat tersebut jeans telah dianggap kurang pantas untuk digunakan saat pergi
sekolah atau pergi kuliah.
Popularitas dari celana chino, sebagai salah satu celana sehari-hari terus mulai
berkembang seiring perkembangan zaman. Desain serta style celana ini
juga telah mengalami banyak perubahan. Saat ini telah tersedia banyak dari variasi
celana chino, mulai dari ukuran saku celana yang lebih besar, variasi dari lipatan
pada bagian depan, hingga pada ragam macam-macam serta detail-detail yang lainnya.
Bahkan, untuk saat ini celana chino juga telah tersedia untuk para kaum wanita.
Pada saat ini celana chino tidak harus terbuat dari bahan katun murni, serta
bahannyapun tidak selalu harus berasal dari Negeri Cina, sebagaimana pada masa
perang Zaman dulu. Bahan celana ini dapat berupa polyester atau terbuat dari bahan-bahan
yang anti-noda lainnya saat ini sudah sering dikombinasikan dengan bahan katun
sebagai bahan dasar dalam pembuatan celana chino.
Semoga dapat menambah pengetahuan sahabat RJ mengenai celana chino.
Baca juga :
0 comments:
Post a Comment